Hukum mengucapkan "Selamat Natal".
Senin, 23 Desember 2019
Edit
☝๐ป๐ *YANG MENGAKU BERMADZHAB SYAFI'I... MANA KOMITMENNYA MENYIKAPI UCAPAN "SELAMAT NATAL?*๐
๐ -Syirbini _(wafat 977 H)_ -rohimahulloh-, salah seorang ulama besar Madzhab Syafi'i mengatakan:
"Dan diberi HUKUMAN TA'ZIR, seorang yang mengikuti orang-orang kafir dalam hari raya - hari raya mereka…
Begitu pula orang yang memberikan *UCAPAN SELAMAT* kepada seorang kafir dzimmi di hari rayanya".
๐ *[Mughnil Muhtaj, Asy-Syirbini, 5/526].*
๐ Hal senada juga disebutkan dalam banyak *kitab syafi'iyyah* lainnya, diantaranya:
_Al-Iqna' fi halli Alfazhi Abi Syuja' 2/526, Asnal Matholib 4/162, Tuhfatul Muhtaj 9/181, Hasyiata Qolyubi wa Amiroh 4/206, Annajmul Wahhaj 9/244._
๐ Bahkan lebih tegas lagi Ibnu Hajar Al-haitami _(wafat 982 H)_ -rohimahulloh- mengatakan:
"Kemudian aku lihat ada sebagian para imam kami yang muta'akhirin telah menyebutkan keterangan yang sesuai dengan apa yang telah kusebutkan, dia mengatakan:
'Diantara *BID'AH YANG PALING BURUK* adalah tindakan kaum muslimin mengikuti kaum nasrani di hari raya - hari raya mereka, dengan menyerupai mereka dalam makanan mereka, memberi hadiah kepada mereka, dan menerima hadiah dari mereka di hari raya itu
๐ค Dan orang yang paling banyak memberi perhatian pada hal ini adalah orang-orang Mesir.
๐ Padahal Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda:
*_"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka"_*
๐ *[HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no. 4031]*
๐ *[Fatawa Fiqhiyyah Kubro, Ibnu Hajar Al-Haitami, 4/239].*
--------
(••) Mungkin sebagian dari mereka beranggapan bahwa dengan mengucapkan selamat untuk hari raya mereka akan menjadikan mereka tertarik untuk masuk Islam…
๐ Tapi tidakkah mereka mengingat Firman Allah ta'ala (yang artinya):
_"Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani *TIDAK AKAN* rela kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka"._
*[QS. Albaqoroh: 120]*
๐ Begitu pula firmanNya (yang artinya):
_"Orang-orang kafir akan *TERUS memerangi kalian* hingga mereka menjadikan kalian keluar dari agama kalian"._
*[QS. Albaqoroh: 217].*
Jika mereka ingin umat lain masuk Islam, maka hendaklah mereka mendakwahi mereka dengan sesuatu yang *DIBENARKAN* oleh syariat.
_Misalnya dengan akhlak mulia dan dakwah yang penuh hikmah._
*_INGATLAH TUJUAN YANG MULIA HARUSLAH DITEMPUH DENGAN JALAN YANG MULIA PULA._*
๐Dijelaskan oleh Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah:
ูุฃู ุง ุงูุชููุฆุฉ ุจุดุนุงุฆุฑ ุงูููุฑ ุงูู ุฎุชุตุฉ ุจู ูุญุฑุงู ุจุงูุงุชูุงู ู ุซู ุฃู ูููุฆูู ุจุฃุนูุงุฏูู ูุตูู ูู ููููู ุนูุฏ ู ุจุงุฑู ุนููู ุฃู ุชููุฃ ุจูุฐุง ุงูุนูุฏ ููุญูู ููุฐุง ุฅู ุณูู ูุงุฆูู ู ู ุงูููุฑ ููู ู ู ุงูู ุญุฑู ุงุช ููู ุจู ูุฒูุฉ ุฃู ูููุฆู ุจุณุฌูุฏู ููุตููุจ ุจู ุฐูู ุฃุนุธู ุฅุซู ุง ุนูุฏ ุงููู ูุฃุดุฏ ู ูุชุง ู ู ุงูุชููุฆุฉ ุจุดุฑุจ ุงูุฎู ุฑ ููุชู ุงูููุณ ูุงุฑุชูุงุจ ุงููุฑุฌ ุงูุญุฑุงู ููุญูู
*Tahniah (ucapan selamat) atas syiar-syiar orang kafir yang menjadi kekhususan mereka hukumnya harom berdasarkan ijma' (kesepakatan) para Ulama seperti mengucapkan selamat atas hari-hari raya mereka atau puasa mereka. Umpamanya dengan mengatakan, “Hari yang berkah atasmu”, atau “Selamat hari raya”, atau yang semisalnya maka sekalipun si pengucap selamat dari kekufuran, akan tetapi dia telah terjerumus dalam perbuatan yang harom. Ucapan seperti itu sama seperti memberi ucapan selamat terhadap sujudnya mereka kepada salib, bahkan hal tersebut lebih berat lagi dosanya di sisi Allah dan lebih besar lagi kemurkaan-Nya ketimbang mengucapkan selamat atas meminum khomr, membunuh orang, berzina atau kemaksiatan yang semisal* (Ahkam Ahlidz Dzimmah 1/205)
๐ -Syirbini _(wafat 977 H)_ -rohimahulloh-, salah seorang ulama besar Madzhab Syafi'i mengatakan:
"Dan diberi HUKUMAN TA'ZIR, seorang yang mengikuti orang-orang kafir dalam hari raya - hari raya mereka…
Begitu pula orang yang memberikan *UCAPAN SELAMAT* kepada seorang kafir dzimmi di hari rayanya".
๐ *[Mughnil Muhtaj, Asy-Syirbini, 5/526].*
๐ Hal senada juga disebutkan dalam banyak *kitab syafi'iyyah* lainnya, diantaranya:
_Al-Iqna' fi halli Alfazhi Abi Syuja' 2/526, Asnal Matholib 4/162, Tuhfatul Muhtaj 9/181, Hasyiata Qolyubi wa Amiroh 4/206, Annajmul Wahhaj 9/244._
๐ Bahkan lebih tegas lagi Ibnu Hajar Al-haitami _(wafat 982 H)_ -rohimahulloh- mengatakan:
"Kemudian aku lihat ada sebagian para imam kami yang muta'akhirin telah menyebutkan keterangan yang sesuai dengan apa yang telah kusebutkan, dia mengatakan:
'Diantara *BID'AH YANG PALING BURUK* adalah tindakan kaum muslimin mengikuti kaum nasrani di hari raya - hari raya mereka, dengan menyerupai mereka dalam makanan mereka, memberi hadiah kepada mereka, dan menerima hadiah dari mereka di hari raya itu
๐ค Dan orang yang paling banyak memberi perhatian pada hal ini adalah orang-orang Mesir.
๐ Padahal Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda:
*_"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka"_*
๐ *[HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no. 4031]*
๐ *[Fatawa Fiqhiyyah Kubro, Ibnu Hajar Al-Haitami, 4/239].*
--------
(••) Mungkin sebagian dari mereka beranggapan bahwa dengan mengucapkan selamat untuk hari raya mereka akan menjadikan mereka tertarik untuk masuk Islam…
๐ Tapi tidakkah mereka mengingat Firman Allah ta'ala (yang artinya):
_"Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani *TIDAK AKAN* rela kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka"._
*[QS. Albaqoroh: 120]*
๐ Begitu pula firmanNya (yang artinya):
_"Orang-orang kafir akan *TERUS memerangi kalian* hingga mereka menjadikan kalian keluar dari agama kalian"._
*[QS. Albaqoroh: 217].*
Jika mereka ingin umat lain masuk Islam, maka hendaklah mereka mendakwahi mereka dengan sesuatu yang *DIBENARKAN* oleh syariat.
_Misalnya dengan akhlak mulia dan dakwah yang penuh hikmah._
*_INGATLAH TUJUAN YANG MULIA HARUSLAH DITEMPUH DENGAN JALAN YANG MULIA PULA._*
๐Dijelaskan oleh Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah:
ูุฃู ุง ุงูุชููุฆุฉ ุจุดุนุงุฆุฑ ุงูููุฑ ุงูู ุฎุชุตุฉ ุจู ูุญุฑุงู ุจุงูุงุชูุงู ู ุซู ุฃู ูููุฆูู ุจุฃุนูุงุฏูู ูุตูู ูู ููููู ุนูุฏ ู ุจุงุฑู ุนููู ุฃู ุชููุฃ ุจูุฐุง ุงูุนูุฏ ููุญูู ููุฐุง ุฅู ุณูู ูุงุฆูู ู ู ุงูููุฑ ููู ู ู ุงูู ุญุฑู ุงุช ููู ุจู ูุฒูุฉ ุฃู ูููุฆู ุจุณุฌูุฏู ููุตููุจ ุจู ุฐูู ุฃุนุธู ุฅุซู ุง ุนูุฏ ุงููู ูุฃุดุฏ ู ูุชุง ู ู ุงูุชููุฆุฉ ุจุดุฑุจ ุงูุฎู ุฑ ููุชู ุงูููุณ ูุงุฑุชูุงุจ ุงููุฑุฌ ุงูุญุฑุงู ููุญูู
*Tahniah (ucapan selamat) atas syiar-syiar orang kafir yang menjadi kekhususan mereka hukumnya harom berdasarkan ijma' (kesepakatan) para Ulama seperti mengucapkan selamat atas hari-hari raya mereka atau puasa mereka. Umpamanya dengan mengatakan, “Hari yang berkah atasmu”, atau “Selamat hari raya”, atau yang semisalnya maka sekalipun si pengucap selamat dari kekufuran, akan tetapi dia telah terjerumus dalam perbuatan yang harom. Ucapan seperti itu sama seperti memberi ucapan selamat terhadap sujudnya mereka kepada salib, bahkan hal tersebut lebih berat lagi dosanya di sisi Allah dan lebih besar lagi kemurkaan-Nya ketimbang mengucapkan selamat atas meminum khomr, membunuh orang, berzina atau kemaksiatan yang semisal* (Ahkam Ahlidz Dzimmah 1/205)
